UPAYA MENINGKATKAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA MELALUI METODE PEMBERIAN TUGAS
UPAYA MENINGKATKAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA MELALUI METODE PEMBERIAN TUGAS
Keywords:
emandirian belajar, metode pemberian tugasAbstract
Kemandirian belajar adalah kegiatan belajar aktif tanpa ketergantungan terhadap
orang lain maupun dengan bantuan orang lain berdasarkan motivasinya sendiri
yang memungkinkan seseorang memperoleh pengetahuan dan pemahaman.
Faktor-faktor yang mempengaruhi kemandirian belajar adalah faktor internal dan
eksternal. Faktor internal yaitu semua pengaruh yang bersumber dari dalam
dirinya sedangkan faktor eksternal adalah semua keadaan atau pengaruh yang
berasal dari luar dirinya. Kemandirian belajar yang belum dimiliki siswa terlihat
dari kegiatan belajarnya yang tidak terjadwal, selalu diingatkan dalam belajar dan
tidak mempunyai kebiasaan membaca. Metode pemberian tugas yaitu cara guru
menambah pengetahuan dengan memberikan beragam tugas yang diberikan
kepada anak untuk melatih persepsi pendengaran, meningkatkan kemampuan
bahasa reseptif anak, memusatkan perhatian, membangun motivasi anak.
Adapun tujuan diberikannya metode pemberian tugas adalah a. karena pelajaran
tidak sempat diberikan di kelas, b. memperoleh pemantapan cara mempelajari
materi pelajaran secara lebih efektif, c. meningkatkan kemampuan motorik,
berpikir, dan berhitung siswa. Upaya meningkatkan kemandirian belajar siswa
melalui metode pemberian tugas yaitu dengan a. Memberikan tugas yang dapat
dikerjakan di laboratorium, di perpustakaan, sekolah, atau di tempat lainnya yang
ada hubungannya dengan materi pelajaran yang diberikan. b. Tugas yang
diberikan berupa pengerjaan tes/ulangan atau ujian, mengerjakan latihan-latihan
yang ada di dalam buku ataupun soal-soal buatan sendiri. c. Agar siswa memiliki
hasil belajar yang lebih mantap guru menugaskan siswa-siswa melaksanakan
Downloads
References
Ardy Novan Wiyani dan Barnawi. (2012).
Format PAUD. Yogyakarta: Ar.Ruzz Media
Desmita. (2016).
Psikologi Perkembangan Peserta Didik. Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Dirjendikti. (1993).
Metode Cara Belajar Aktif. Jakarta: Depdikbud.
Djamarah Syaiful Bahri & Aswan Zain. (2010).
Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka
Cipta.
Eko Nurhaji Purnomo. (2012). Bukan Guru Asal Ngajar. Yogyakarta: Penerbit Gava Media
Haris Mudjiman. (2008). Belajar Mandiri. Solo: UNS Press
Heru Sriyono. (2015). Bimbingan dan Konseling Belajar Bagi Siswa Di Sekolah. Depok: PT
Raja Grafindo Persada Moh Suardi. 2019. Belajar & Pembelajaran. Yogyakarta: Deepublish
Nur Rokhman, Sukestiyarno, Rochmad, & Mulyono. (2021).
Model Pembelajaran Networking,
Observing, Openminded, Overview, Recognize (N03R) Untuk Membangun
Kemandirian Belajar dan Kemampuan Metakognisi Siswa. Semarang: PT. Scopindo
Media Pustaka.
Roestiyah. (2008). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Siti Aisyah. (2017). Perkembangan Peserta Didik dan Bimbingan Belajar. Yogyakarta:
Deepublish
Slameto. (2010). Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.
Suwarna. (2006).
Strategi Belajar Mengajar. Bandung: CV Pustaka Setia
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Tiara Hamukti, Endah Rahmawati, M.Pd., Dra. Nanik Suprihyatin, M.Pd.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





