LAYANAN KONSELING INDIVIDU DENGAN TEKNIK ASSERTIVE TRAINING UNTUK MENGATASI RENDAHNYA RASA PERCAYA DIRI SISWA KELAS XI KULINER SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 1 PANJATAN KULON PROGO TAHUN PELAJARAN 2024/2025
Keywords:
Konseling Individu, Assertive trainin, Percaya DiriAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: Layanan Konseling Individu Dengan
Teknik Assertive training Untuk Mengatasi Rendahnya Rasa Percaya Diri Siswa
Kelas XI Kuliner Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Panjatan Tahun Pelajaran
2024/2025. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan teknik purposive
sampling serta snowballl sampling, key information Guru BK dan Wali Kelas.
Pengumpulan data dilakukan cara observasi, wawancara, serta dokumentasi.
Analisis data dengan cara reduksi data, penyajian data, serta pengambilan
keputusan. Berdasarkan hasil dan pembahasan penelitian, diperoleh kesimpulan:
(1) Pelaksanaaan layanan konseling individu dengan teknik assertive training
untuk mengatasi rendahnya rasa percaya diri siswa kelas XI Kuliner Sekolah
Menengah Kejuruan Negeri 1 Panjatan Kulon Progo Tahun Pelajaran 2024/2025
melalui 3 kali pertemuan. Setiap pertemuan dalam layanan konseling individu
dengan teknik assertive training melalui tahapan: rasional strategi, identifikasi
yang menimbulkan persoalan, membedakan perilaku asertif dan tidak asertif,
bermain peran melaksanakan latihan dan praktik, mengulang latihan tugas rumah
dan tindak lanjut. (2) Layanan konseling individu dengan teknik assertive training
efektif untuk mengatasi rendahnya rasa percaya diri siswa kelas XI Kuliner
Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Panjatan Kulon Progo Tahun Pelajaran
2024/2025. Hal ini dapat dilihat dari perubahan perilaku yang ditunjukkan pada
siswa. Bagi sekolah diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang
mendukung dan positif untuk meningkatkan rasa percaya diri siswa. Bagi Guru
Bimbingan dan Konseling(BK) hendaknya mempertimbangkan pengadaaan
layanan konseling individu dengan teknik assertive training dalam usaha
mengatasi rendahnya rasa percaya diri siswa. Bagi wali kelas diharapkan mampu
menciptakan lingkungan kelas yang mendukung. Bagi siswa diharapkan berperan
aktif dalam kegiatan layanan bimbingan dan konseling terutama layanan
konseling individu dengan teknik assertive training dalam usaha meningkatkan
rasa percaya diri.
Downloads
References
Amyani, Siti. (2010). “Hubungan Antara Kepercayaan Diri Dengan Kemandirian Santri
Pesantren Tahfidz Sekolah Daarul Qur’an Internasional Bandung.” Skripsi, Jakarta:
Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
Corey, Gerald. (2010.)
Teori-Teori Psikologi Sosial. Bandung: Refika Aditama.
Faizal, Nur. (2015). “Teknik Assertive Training (AT) Untuk Meningkatkan Perilaku Asertif
Siswa.”
Lampung: Jurnal Fokus Konseling 1(01) :60.
Lina dan Klara. (2010).
Panduan Menjadi Remaja Percaya Diri. Jakarta: Nobel Edumedia.
Prayitno dan Erman Amti. (2013).
Dasar-Dasar Bimbingan dan Konseling. Jakarta: Rineka
Cipta.
Ratnasari dan Arifin. (2021). “Teknik Assertive Training Melalui Konseling Kelompok Untuk
Meningkatkan Interaksi Sosial Siswa.”
KONSELING: Jurnal Ilmiah Penelitian Dan
Penerapannya 2(2) : 49–55.
Sudrajat, Akhmad. (2011).
Mengatasi Masalah Siswa Melalui Layanan Konseling Individu.
Yogyakarta: Paramitra Publishing.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ika Rizki Juliana, Dra. Wahyu Murti Utami, M.Pd., Anita Dewi Astuti, M.Pd.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





